
ada seorang ibu yang menemukan seekor singa di sebuah hutan di cali, kolombia. singa itu terluka parah dan hampir saja mati. si ibu membawanya pulang dan merawatnya dengan penuh kasih hinggah sembuh. kemudian ia menyerahkan singa itu ke kebun binatang setempat supaya mendapat perawatan yang lebih baik.
suatu hari ibu itu mengunjungi singa itu. melihat ibu penyelamatnya datang, serta merta singa itu berdiri dari dalam kerangkeng, ia meraih dan memeluk erat ibu itu dengan kedua kaki depannya. si ibu pun mengusap-usap kepala singa itu.
seekor binatang buas pun tahu berterimakasih kepada penyelamatnya. lalu bagaimana dengan manusia? mirip denggan si ibu yang datang menyelamatkan singa yang terluka itu, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia yang terluka-bahkan telah mati karena dosa-dosa yang mengerikan. Namun, apa yang kemudian Dia terima dari manusia? justru penolakan dan penyaliban! sungguh ironis

kita tentunya tidak ingin mengulangi kesalahan manusia dua ribu tahun yang lalu. bayangkan kondisi kita yang terluka dan tanpa harapan; kematian seolah-olah tinggal menunggu waaktu. lalu Tuhan Yesus datang; menolong, merawat, dan menyelamatkan kita, sehingga kita benar-benar sembuh. kita dipulihkan. adakah hidup kita sudah menunjukan rasa terimakasih yang menyukakan hatiNya?

love it :)
BalasHapus